REsep Trendi
Roti canai
REsep Trendi
Roti canai
Khasiat buah limus
1. Meningkatkan stamina tubuh
Manfaat dari pertama dari buah Limus adalah buah Limus dapat digunakan untuk meningkatkan stamina tubuh anda. Dengan mengkonsumsi buah Limus dapat membantu menjaga tubuh anda agar tidak mudah merasa lelah dan letih. Selain membutuhkan manfaat karbohidrat untuk menambah stamina buah limus pun dapat menambahkan stamina tersebut.
2. Menyehatkan kulit
Tidak hanya untuk kesehatan saja namun buah Limus juga bermanfaat menjaga kecantikan anda, salah satu manfaat nya adalah buah Limus dapat dimanfaatkan untuk membantu menyehatkan kulit anda. Buah ini mampu untuk menyehatkan kulit karena pada dasarnya buah ini mengandung manfaat vitamin C, manfaat vitamin E yang baik untuk kulit
3. Meningkatkan fungsi otak
Manfaat dari buah Limus dapat digunakan untuk meningkatkan fungsi otak agar otak dapat bekerja dengan baik dan optimal. Untuk itu mengkonsumsi buah Limus merupakan salah satu solusi termudah dalam meningkatkan fungsi otak anda.
4. Baik digunakan untuk program diet
Tahukah anda ternyata buah Limus merupakan salah satu buah yang baik digunakan untuk program diet anda. Hal ini disebabkan karena kandungan yang terdapat di dalam buah Limus membantu mempercepat program diet anda. Memang manfaat diet ini tidak hanya mendapatkan tubuh yang ideal saja, tetapi juga dapat memberikan kesehatan pada tubuh karena pola makan dan olah raga yang teratur.
5. Mengatasi dehidrasi
Kandungan air yang terdapat di dalam buah Limus dapat membantu untuk mengatasi dehidrasi yang sedang anda alami. Kandungan air yang terdapat di dalam buah Limus akan diserap oleh tubuh sehingga Anda terhindar dari dehidrasi.
6. Melancarkan peredaran darah
Selain dimanfaatkan untuk mengatasi dehidrasi ternyata buah Limus juga dapat dimanfaatkan untuk membantu dalam melancarkan peredaran darah anda. Dengan demikian maka anda dapat terhindar dari berbagai macam penyakit yang disebabkan karena peredaran darah tidak lancar.
7. Menyehatkan paru-paru
paru-paru merupakan organ yang penting di dalam tubuh sehingga Anda harus memperhatikan kesehatannya. Tahukah anda bahwa ternyata dengan mengkonsumsi buah Limus dapat membantu untuk menjaga kesehatan paru-paru anda.
8. Mencerahkan kulit
Selain dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan paru-paru ternyata manfaat lain dari buah Limus untuk kecantikan adalah buah Limus bermanfaat untuk mencerahkan kulit anda. Sehingga bagi Anda yang menginginkan kulit cerah dan sehat Anda dapat mengkonsumsi buah Limus ini sebagai solusi termudah.
Selain beberapa manfaat buah Limus yang telah dipaparkan di atas masih banyak sekali manfaat buah limus yang dapat anda ketahui. Adapun manfaat lain dari buah Limus adalah sebagai berikut
9. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
10. Menetralisir racun
11. Meningkatkan kecerdasan otak
12. Mencegah kulit kering
Itulah beberapa ulasan tentang manfaat buah Limus yang dapat anda ketahui dari artikel ini. Semoga dengan adanya artikel manfaat buah Limus dapat membantu dalam menambah wawasan serta pengetahuan anda tentang manfaat buah Limus.
Anastasya Leatemia Triadenda 11 Februari 2020 herbal 1 Comment
Farmasetika.com – Daun pegagan yang memiliki nama ilmiah Centella Asiatica alias gotu kola adalah tanaman liar yang banyak tumbuh di Indonesia, dan beberapa negara lain seperti Tiongkok, Jepang, dan India.
Daun pegagan memiliki bentuk yang kecil, tanaman ini sering ditemukan di pinggir sungai atau di kebun. Daun pegagan, sejak ribuan tahun yang lalu, dipercaya dan sering digunakan oleh nenek moyang sebagai ramuan abadi yang digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit.
Daun pegagan memiliki kandungan triterpenes yang tak lain adalah zat anti radang. Triterpenes berfungsi untuk meningkatkan antioksidan dan suplai darah menuju area kulit yang terluka dan mempercepat proses penyembuhan luka. Pada penderita insufisiensi vena dan varises, daun pegagan bisa dimanfaatkan untuk memperlancar aliran darah dan meredakan gejala-gejelanya seperti kaki terasa berat, nyeri, dan membengkak.
Daun pegagan telah digunakan secara tradisional untuk penyembuhan luka ringan sejak berabad-abad lalu. Setelah dilakukan penelitian, termyata daun pegagan memang dapat membantu mempercepat penyembuhan luka. Selain karena adanya kandungan triterpenes, daun ini juga mengandung asiaticoside yang secara medis sudah diakui khasiatnya sebagai penyembuh luka. Daun pegagan ini juga dapat dijadikan salep herbal untuk luka bakar yang juga dapat menurunkan risiko infeksi pada kulit karena daun ini mengandung zat antibakteri.
Para wanita kerap terganggu dengan kemunculan stretch marks pasca melahirkan. Namun, ternyata stretch marks dapat disamarkan oleh tanaman herbal ajaib yang tak lain adalah daun pegagan. Hal tersebut karena daun ini memiliki kandungan senyawa terpenoid yang berperan dalam pembentukan kolagen. Selain untuk menyamarkan stretch marks, daun ini juga dapat digunakan untuk mencegah timbulnya stretch marks.
Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2016 membuktikan bahwa daun pegagan dapat meningkatkan fungsi kognitif otak. Bahkan mengalahkan asam folat yang dipercaya efektif untuk mengembalikan daya ingat seseorang yang terkena stroke.
Kecemasan dan stress merupakan masalah yang sering kali dirasakan oleh generasi saat ini. Namun, hal ini ternyata dapat diredakan dengan mengonsumsi ekstrak daun pegagan atau gotu kola. Manfaat pegagan untuk kesehatan ini telah dibuktikan oleh sebuah penelitian. Bahkan para ahli menduga bahwa ekstrak daun pegagan dapat digunakan sebagai pengganti obat anti depresan.
Daun pegagan yang mempunyai segudang manfaat untuk kesehatan pasti membuat setiap orang ingin mengonsumsinya. Ada beberapa cara untuk mengonsumsi daun pegagan, salah satunya adalah dengan merebus daun pegagan.
TEH HIJAU.
SUKABUMIUPDATE.com - Teh hijau dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan kulit. Di dalamnyai mengandung senyawa nabati yang disebut 'Katekin', yang memiliki sifat antibiotik, anti-inflamasi, dan antioksidan.
Dilansir dari Tempo.co, fakta bahwa teh hijau tidak melalui proses pelayuan dan oksidasi yang sama seperti teh hitam, oolong, dan jenis teh lainnya membuatnya mempertahankan manfaat organiknya.
Sekresi minyak yang berlebihan menyebabkan pembentukan jerawat ringan dan mengisi pori-pori kulit Anda dengan minyak. Teh hijau mengandung polifenol yang membantu mengurangi jerawat ringan dan mencegah kelenjar minyak memproduksi minyak secara berlebihan.
Melansir laman Times of India, banyak ahli kulit serta ahli kesehatan menyarankan Anda untuk memasukkan produk perawatan kulit yang mengandung ekstrak teh hijau atau mengkonsumsi teh hijau untuk umur panjang kulit yang sehat dan bercahaya.
Sementara beberapa orang mungkin lebih suka aplikasi masker teh hijau, krim dalam ritual pembersihan, pengencangan dan pelembab. Selain itu, orang-orang yang telah memasukkan minum teh hijau dalam jadwal harian mereka, mengalami penurunan jerawat dan mengalami kulit yang tampak lebih sehat.
ADVERTISEMENT
Minum teh hijau meningkatkan metabolisme Anda dan mendetoksifikasi racun dari tubuh Anda. Dipercaya bahwa untuk memiliki kulit yang tampak sehat dan bebas jerawat, Anda perlu memastikan bahwa makanan yang Anda konsumsi bebas minyak, sehat, anti-inflamasi, dan bebas stres. Jika Anda senang di dalam, kulit Anda akan langsung memancar sebagai efek samping.
ADVERTISEMENT
Dengan mengingat semua sifat ini, teh hijau tidak hanya memiliki zat kimia yang membantu mengurangi jerawat, tetapi juga memiliki sifat yang membersihkan sistem Anda, menyerap minyak ekstra dari sistem Anda, membuat Anda merasa ringan dan kenyang.
Jenis kulit yang rentan berjerawat melepaskan minyak sebum ekstra yang memberikan kelembapan pada kulit dan kulit kepala Anda. Namun pada kulit yang rentan berjerawat, hormon kita cenderung mengeluarkan minyak sebum dalam jumlah tinggi yang menyebabkan pertumbuhan bakteri dan menyebabkan jerawat. Inilah alasan mengapa teh hijau direkomendasikan untuk mengurangi jerawat.
Setelah menggunakan teh hijau, Anda juga bisa membuat masker wajah teh hijau buatan sendiri dan mendapatkan dua manfaat. Cara pengaplikasian teh hijau cukup mudah, cukup dengan merebus daun teh, saring, lalu buat menjadi pasta dengan tambahan sedikit soda kue dan madu.
Ini membantu membersihkan pori-pori dan membersihkan debu dari pori-pori Anda. Ketika diterapkan secara teratur, ini memiliki efek yang sangat positif pada kulit.
Kesimpulannya, asupan teh hijau secara teratur akan memberi keajaiban pada kulit Anda. Saat membeli teh hijau, seseorang harus memastikan bahwa mereka memiliki ekstrak daun teh hijau yang sebenarnya, hanya dengan begitu Anda dapat memperoleh manfaat yang sama.
Minum teh hijau meningkatkan metabolisme Anda dan mendetoksifikasi racun dari tubuh Anda. Dipercaya bahwa untuk memiliki kulit yang tampak sehat dan bebas jerawat, Anda perlu memastikan bahwa makanan yang Anda konsumsi bebas minyak, sehat, anti-inflamasi, dan bebas stres. Jika Anda senang di dalam, kulit Anda akan langsung memancar sebagai efek samping.
ADVERTISEMENT
Sumber: Tempo.co
Marhalah : XI.
habar mubtada.
Khabar is a sentence that completes the subject and its meaning
Mufradaat:
Tip yang top
Menghilangkan jerewat, dengan daun binahong/tembelekan.
Daun sirih pengganti liserin.
Daun ajeran penurun demam.
Betulkah tape mengandung al kohol.
SERBA SERBI.
Jakarta -
Symptoms of COVID-19 still believe that the symptoms of , such as coughing, fever and even shortness of breath, are the main symptoms. However, not a few Corona patients experience mild COVID-19 symptoms.
Symptoms of mild COVID-19 generally make it difficult for patients to recognize early signs of infection. Because, until now, the typical symptoms of COVID-19 are still based on three main symptoms such as cough, fever and shortness of breath.
Researchers call this mild COVID-19 symptom to watch out for. The condition of mild COVID-19 symptoms can worsen if not addressed, what are the things?
(detik healthy.)
UNIVERSITAS MAALIK SALMAN.
Do you know dim Mesir telah dibuka universitas baru yg bernama Universitas : Malik Salman,yg merupakan kerja sama antara pemerintah Mesir dan Saudi Arabia.
Universitas ini tepatnya di daerah pelabuhan yg bernama Syaram El shaikh yg merupakan kota pelabuhan seperti Bali kalau di Indonesia.
Jakarta -
Liverpool star Mohamed Salah is positive for the Corona COVID-19 virus. Salah adds to the length of the line up of fit figures who have contracted a virus that has crippled the world for nearly the past year.
The news that Salah was infected with COVID-19 was conveyed by the Egyptian Football Federation (EFA). This condition made Salah absent when the Egyptian national team had to face Togo.
Summarized from various sources, here are some false positive facts for COVID-19.(detik bugar).
Jakarta -
Demi Lovato terlihat bersenang-senang dalam postingan Instagram terbarunya setelah kembali dari retret meditasi di gurun California. Dia pun merenungkan banyak hal -- termasuk keberadaan alien.
Penyanyi lagu 'Sorry Not Sorry' ini menuturkan pengalamannya menerima komunikasinya dari alien yang mengelilingi atmosfer, ia pun ingin semua orang mencoba meditasinya. Dengan begitu, pemerintah tidak akan lagi menyembunyikan kebenaran bawa makhluk luar angkasa itu nyata.
Beberapa hari yang lalu, Lovato menulis di Instagram bahwa dia berada di Joshua Tree selama beberapa hari dengan alien truther dan pembuat dokumenter UFO Steven Greer. Greer telah merilis berbagai film tentang karyanya, termasuk Unacknowledged 2017 dan Close Encounters of the Fifth Kind tahun 2020. Keduanya meliput dugaan pertemuan Greer dengan alien juga dugaan informasi yang disembunyikan pemerintah.
NAPAK TILAS ISLAM DINEGRI SERIBU SATU MENARA.
قصر مريم / kastil Maryam.
Benteng Shalahudin Al Ayubi.
Benteng Salahuddin
Orang Barat biasa disebut “Benteng Saladin”. Sejarah catatan, benteng ini dibangun oleh panglima perang Muslim terkemuka dari Dinasti Ayubiyah, Salahuddin Al- Ayubi, pada 1170 M. Benteng ini dibangun di atas Bukit Muqatam yang terletak di antara Kota Kairo dan Fustat, Mesir.
Karena tarif di atas bukit, setiap orang yang mengunjungi Benteng Salahuddin bisa menikmati pemandangan seluruh penjuru Kairo. Bahkan, peninggalan raja-raja Mesir, seperti piramida Giza yang tersohor itu bisa terlihat dari Benteng Salahuddin.
Salahuddin membangun benteng ini sebagai tempat latihan militer serta melindungi Mesir dari serangan Pasukan Salib. Kala itu, memang sedang berkobar Perang Salib. Benteng peninggalan panglima perang berjuluk Singa Padang Pasir ini sempat dilupakan dan tidak terurus hingga pada masa kekuasaan Dinasti Mamluk. Di abad ke-14 M, benteng yang telah berjasa melindungi Mesir dari Pasukan Salib ini mulai mendapat perhatian dan perawatan. n
Mesjid Sayyidah Zainab.
MASJID dan makam Sayyida Zainab berdiri di jantung alun-alun di Kairo, dinamai Sayyida Zainab. Kebanyakan sejarawan percaya bahwa dia dimakamkan di Damaskus (Suriah) tetapi menurut penguasa Fatimiyah Mesir, di hari-hari terakhirnya dia tinggal dan meninggal di Kairo. Menurut wasiatnya, dia dimakamkan di tempat yang sama tempat dia tinggal selama sebelas bulan di al-Fustat (Kairo Tua).
Untuk mencapai Makam Sayyidah Zainab, dibutuhkan waktu sekitar 40 menit dari hotel di Grand Pyramids. Anda bisa melewati kawasan Giza di mana piramida bisa terlihat dari kejauhan. Jalur ini juga berbahaya bagi Sungai Nil, salah satu sungai terpanjang di dunia dan terlibat dalam sejarah masa lalu.
Perlu sedikit berjalan kaki untuk mencapai masjid dari lokasi parkiran jika Anda menggunakan bus. Anda perlu menerima penerimaan jika ingin bersedekah karena di sini sudah cukup banyak para peminta. Ada juga yang siap Anda siapkan kantong plastik untuk menyimpan sandal Anda selama berada di dalam masjid. Anda bisa juga menitipkan sandal Anda kepada petugas penitipan sandal.
Menuju tempat wudhu, Anda harus berjalan menyusuri sisi dalam masjid. Masjidnya cukup luas, begitu juga dengan tempat wudhunya.
Mesjid Sayyidah Nafisah.
Tulisan kali ini akan mengangkat sosok Muslimah yang menonjol dalam hal ilmu dan kesolehan, yang membekas hingga jauh selepas wafatnya. Muslimah ini adalah Sayyidah Nafisah binti al-Hasan al-Alawiyah al-Hasaniyah, seorang perempuan alim ahli ibadah keturunan Nabi Muhammad ﷺ yang wafat di Mesir.
Nama dan nasab beliau adalah Nafisah binti Abu Muhammad al-Hasan bin Zaid bin al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib (al-Dhahabi, 1985: 279; Ibn Kathir, 1998: 170; Ibn Khallikan, 1868: 574). Dengan kata lain, beliau adalah cicit kepada al-Hasan, putera Fatimah binti Rasulillah shallallahu alaihi wasallam . Al-Hasan, ayah Sayyidah Nafisah, merupakan seorang yang memiliki keutamaan dan pernah diangkat oleh Khalifah al-Mansur sebagai gubernur di Madinah (al-Zubayri, tt: 56).
Ia menjadi gubernur di Madinah selama kurang lebih lima tahun. Kemudian satu sebab, al-Mansur marah. Ia dipecat, dipenjarakan di Baghdad, dan kekayaannya disita. Setelah al-Mansur wafat, penggantinya al-Mahdi membebaskan al-Hasan dan mengembalikan harta benda. Al-Hasan kemudian menemani al-Mahdi dalam perjalanan haji ke Makkah, tetapi ia wafat di perjalanan, di satu tempat bernama al-Hajir, sekitar lima mil dari Madinah. Ini terjadi pada tahun 168 / 784-5 dan usianya ketika itu 85 tahun (al-Dhahabi, 1996: 106; Ibn Kathir, 1998: 170; Ibn Khallikan, 1868: 574; Ibn Taghribirdi, 1972: 185).
Al-Hasan bin Zaid pernah menyampaikan hadits Nabi melalui jalur Ikrimah dari Ibnu Abbas dan diriwayatkan oleh Imam al-Nasa'i (Ibn Kathir, 1998: 170). Salah satu anaknya, al-Qasim, saudara Sayyidah Nafisah, tinggal di Nishapur, Iran bagian Timur. Ia merupakan seorang yang soleh dan zuhud. Salah satu keturunannya kelak ada yang menjadi hadits perawi bagi Imam al-Bayhaqi (al-Dhahabi, 1996: 107; al-Munawi, tt: 495). Sayyidah Nafisah sendiri merupakan seorang yang alim dan beberapa ulama nantinya akan mendapatkan manfaat dari ilmunya.
Sayyidah Nafisah lahir di Makkah pada tahun 145 / 762-3 (al-Munawi, tt: 494). Saat masih kecil, ia ikut menyertai yang menjadi gubernur di Madinah dan tinggal di kota itu. Dianugerahi pikiran yang cerdas, ia dapat menghafalkan seluruh al-Qur'an dan memahami fiqh secara mendalam sejak usia dini. Ayahnya biasa membawanya ke dalam ruangan tempat makam Rasulullah ﷺ, yang dahulunya juga merupakan rumah Sayyidah 'Aisyah radhiallahu anha , dan berdoa untuk puterinya di tempat itu. Pada masa-masa berikutnya, Sayyidah Nafisah rutin berziarah ke makam Nabi shallallahu alaihi wasallam. Semasa hidupnya, ia pergi haji ke Makkah sebanyak 30 kali dan sebagian besar ia lakukan dengan berjalan kaki;dikatakan karena ia mengikuti apa yang pernah dilakukan oleh Imam Husain radhiallahu anhu (ash-Sha'rawi, tt).
Ia menikah usia muda dengan Ishaq al-Mu'tamin bin Ja'far Sadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin al-Husain bin Ali bin Abi Thalib, sepupu jauhnya. Dari pernikahan yang gagal mendapatkan putera dan puteri, al-Qasim dan Ummu Kulthum (al-Munawi, tt: 494).
Kelak Sayyidah Nafisah pergi ke Mesir bersama pasangan dan menetap di negeri itu (al-Dhahabi, 1996: 106; Al-Yafi'i, 1997: 33). Dikatakan bahwa penduduk Mesir keluar menyambutnya saat mendengar tentang kedatangannya ke negeri itu pada bulan Ramadhan 193/809 (ash-Sha'rawi, tt).
Sayyidah Nafisah menetap di Mesir hingga akhir hayatnya. Ia banyak sakit jiwa kepada penduduk negeri itu, baik mereka yang sakit, seperti lepra, maupun masyarakat pada umumnya. Selain itu, ia juga merupakan seorang yang zuhud dan sangat banyak jawaban (Ibn Kathir, 1998: 171). Dengan bantuan itu sendiri, ia akan mendapatkan lubang di rumah yang akan menjadi kuburnya kelak. Di dalamnya ia melakukan solat dan mengkhatamkan al-Qur'an sebanyak 6.000 kali (al-Munawi, tt: 494). “Dia adalah pemilik karamah dan burhan,” tulis Ibn Taghribirdi (1972: 186), “nama baik reputasi ke Timur dan ke Barat.”
Pada tahun 199/815, Imam Muhammad bin Idris al-Shafi'i tiba di Kairo, Mesir, tempat di mana ia akan menetap hingga akhir hayatnya (Ibn Khallikan, 1843: 571). Selama berada di Mesir, Imam Syafi'i sering mengunjungi Sayyidah Nafisah dan mendengar dihadiri (Ibn Khallikan, 1868: 575; Al-Yafi'i, 1997: 33). Ash-Sha'rawi (tt) menyebutkan bahwa pada bulan Ramadhan, Imam Syafi'i biasanya memimpin shalat tarawih di masjid tempat Sayyidah Nafisah, dan Sayyidah Nafisah selalu menjadi bagian dari jamaah solat tersebut. Ibn Kathir (1998: 171) juga menyebut hal ini, walaupun tidak memastikannya.
Sudah diketahui umum bahwa Imam Syafi'i memiliki kecintaan yang kuat terhadap Ahlul Bait di mana Sayyidah Nafisah termasuk di dalamnya. Imam Syafi'i sendiri merupakan keturunan al-Muttalib bin Abdu Manaf dari pihak yang menyatakan (Ibn Khallikan, 1843: 569; al-Razi, 1986: 23). Di dalam hadits menggambarkan bahwa secara kekerabatan, memasukkan Bani al-Muttalib sebagai bagian dari Bani Hasyim ( innama Banu Hashim wa Banu al-Muttalib shay'un wahidun ) (Al-Bukhari, 1997: 327; Hadits No. 4229). Sementara hal yang sama tidak ada pada Bani Abd Syams dan Bani Nawfal, walaupun mereka sama-sama keturunan langsung Abdu Manaf.Hal ini disebabkan Bani al-Muttalib - sebagai kabilah - tidak pernah meninggalkan Nabi baik di era Jahiliyah maupun di era Islam (Al-Nasa'i, 2007: 97; Hadits No. 4142).
Ketika Imam Syafi'i wafat pada hari Jum'at akhir bulan Rajab tahun 204/820 (Ibn Khallikan, 1843: 571), sesuai wasiatnya, jenazahnya dibawa ke rumah Sayyidah Nafisah agar beliau bisa ikut menyolatkan dan mendoakannya. Hal ini disebabkan keadaan beliau yang sudah lemah, sehingga solat diadakan di tempat itu untuk bersenang-senang. Sayyidah Nafisah ikut menyolatkan jenazah Imam Syafi'i sebagai makmum di bagian perempuan (Ibn Kathir, 1998: 171; Ibn Khallikan, 1868: 575; al-Munawi, tt: 495). Ini hormati penghormatan Imam Syafi'i terhadap Sayyidah Nafisah serta pengakuan beliau akan berdirinya yang mulia.
Menurut ash-Sha'rawi (tt), Imam Syafi'i bukan satu-satunya ulama di Mesir yang berkunjung kepada Sayyidah Nafisah dan mendapat manfaat dari ilmu dan ketaqwaan beliau. Beberapa ulama dan tokoh sufi juga kerap mengunjunginya - komunikasi dengan lelaki yang bukan mahram yang biasanya dilakukan dibalik hijab - di antaranya adalah Dhun-Nun al-Misri dan Abul Hasan bin Ali bin Ibrahim yang menulis tentang tata bahasa al-Qur'an.
Sayyidah Nafisah masih hidup empat tahun setelah wafatnya Imam Syafi'i. Hidupnya dipenuhi dengan ibadah, kondisi tubuh lemah dan kekuatannya terbatas. Berkenaan dengan kebiasaan ibadahnya, keponakannya Zainab yang menemaninya selama 40 tahun menyaksikan betapa ia tak pernah tidur di malam hari dan tak pernah makan di siang hari. Suatu kali ia menyatakan kepada Sayyidah Nafisah, “Engkau harus memperhatikan dirimu sendiri”. Sayyidah menjawab, “Bagaimana saya akan memperhatikan diri saya sendiri sebelum saya berjumpa dengan Rabb saya? Di hadapan saya ada begitu banyak penghalang yang tak seorang pun yang dapat melewatinya kecuali mereka yang sukses ( al-faizun ) (ash-Sha'rawi, tt).
Para Sejarawan menyebutkan bahwa beliau wafat pada bulan Ramadhan tahun 208/824 (al-Dhahabi, 1996: 106; Ibn Kathir, 1998: 171; Ibn Khallikan, 1868: 575; Ibn Taghribirdi, 1972: 186; al-Yafi'i, 1997 : 33). Keadaannya menjelang menjelang wafatnya sementara ia tetap berpuasa. Orang-orang menyarankannya untuk berbuka (membatalkan puasanya), disebabkan keadaannya itu. Selama 30 tahun saya berdoa agar dapat berjumpa Allah dalam keadaan berpuasa, dan saya harus berbuka sekarang? Hal itu tidak akan terjadi. ”
Setelah itu ia membaca al-Qur'an surat al-An'am dan ayat terakhir yang dibacanya adalah “Bagi mereka (disediakan) Darussalam (surga) pada sisi Tuhannya…” (QS 6: 127). Kabar kematian beliau menyebabkan orang-orang berdatangan dari penjuru negeri dan tangisan terdengar di rumah-rumah penduduk Mesir (al-Munawi, tt: 494).
Dikatakan bahwa pada suaminya Ishaq bin Ja'far dibawa oleh jenazahnya ke Madinah dan menguburkannya di Baqi '. Namun ia membatalkan rencananya itu disebabkan penduduk Mesir memohon agar Sayyidah Nafisah dimakamkan di Mesir. Sayyidah Nafisah akhirnya dikuburkan di rumah sendiri, pada lubang yang telah ia gali sebelumnya. Rumah dan makamnya terletak di antara Kairo Lama dan Kairo Baru (Ibn Khallikan, 1868: 575; al-Munawi, tt: 495).
Menurut penulis Encyclopaedia of Islam (Strothmann, 1993: 879), kisah tentang keinginan Ishaq bin Ja'far untuk membawa jenazah istrinya ke Madinah bertentangan dengan cerita yang menyebutkan bahwa Sayyidah Nafisah telah membantu kuburnya sendiri di rumah sakit. Kemungkinan, kemungkinan juga cerita kedua ini benar dengan mengasumsikan bahwa suaminya tidak menganggap penguburan istrinya di lubang yang telah digalinya itu sebagai satu keharusan.
Al-Sha'rawi (tt) menyebutkan bahwa ketika Sayyidah Nafisah memburuk, ia menyurati suaminya yang ketika itu tinggal di Madinah agar datang ke Mesir. Suaminya kemudian datang bersama anaknya kedua. Boleh jadi Ishaq bin Ja'far ingin menguburkan jenazah istrinya di Madinah agar dekat dengan keluarganya yang tinggal di sana. Namun, ia kemudian mengalah setelah melihat kuatnya kecintaan penduduk Mesir kepada istrinya itu.
Sejak saat itu, makamnya menjadi tempat ziarah orang banyak. Beberapa sumber menyebutkan bahwa doa di tempat itu mustajab (al-Dhahabi, 1996: 107; Ibn Khallikan, 1868: 575; Al-Yafi'i, 1997: 33). Tidak berlaku, Al-Dhahabi (1997: 106) dan Ibn Kathir (1998: 171-172) mengkritik orang-orang di Mesir yang berlebihan dalam ziarah mereka ke makam Sayyidah Nafisah.
Dari itu, Sayyidah Nafisah memang dikenal sebagai salah satu dari tiga wali perempuan paling menonjol di Mesir. Dua yang lainnya adalah Sayyidah Zainab binti Muhammad dan Sayyidah Sakinah (Strothmann, 1993: 879).
Semasa hidupnya dan selepas wafatnya, Sayyidah Nafisah memiliki banyak karamah. Kisah karamahnya adalah berkenaan dengan Sungai Nil yang pernah gagal pasang di musim yang seharusnya pasang, sehingga penduduk Mesir menjadi sangat khawatir, karena ini akan berdampak serius terhadap pertanian di negeri itu. Mereka kemudian mendatangi Sayyidah Nafisah dan mengadukan hal itu. Sayyidah Nafisah memberikan kain penutup wajah dan meminta mereka agar terapkannya ke Sungai Nil. Mereka melakukan, dan segera setelah itu Sungai Nil naik pasang.
Kisah lainnya menyebutkan bahwa saat ia baru datang ke Mesir, ia tinggal di sebuah rumah dan bertetangga dengan keluarga Yahudi. Pada suatu hari, tetangganya yang yahudi itu menitipkan anak perempuan mereka yang kakinya lumpuh di tempat beliau. Anak itu kemudian tergerak hatinya dan mengambil bekas tetesan wudhu 'Sayyidah Nafisah serta mengusapkannya ke kakinya. Setelah itu ia dapat berdiri dan berjalan. Hal ini menyebabkan keluarga Yahudi itu seluruhnya masuk Islam (al-Munawi, tt, 495).
Segala sesuatu tentu dapat terjadi jika Allah berkehendak. Sungguh, Sayyidah Nafisah tidak benar-benar benar-benar dengan tujuan untuk mendapatkan hal-hal yang luar biasa, melainkan agar Tuhannya ridha dan cinta kasih, serta agar ia mendapatkan kemenangan di negeri Akhirat. Dan disebabkan hal itu, ia mendapatkan kemenangan di dua 'negeri', yaitu di dunia dan di akhirat. *
Tugu Imam Syafii.
Peziarah melihat makam Imam Syafi'i di Kairo, Mesir, Selasa (9/9).
Imam Syafi'i atau Abdullah Muhammad bin Idris asy-Syafi'i merupakan seorang mufti besar Islam yang juga pendiri mazhab Syafi'i. Imam Syafi'i Lahir di Gaza, Palestina di tahun 150 H / 767 M dan wafat pada bulan Rajab tahun 204 H.